Buku Bilingual Ensiklopedia Sejarah: Seri Tokoh Jilid 2 adalah sumber referensi dua bahasa yang komprehensif dan menarik, berisi informasi tentang tokoh-tokoh bersejarah dari berbagai bidang seperti politik, ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Ensiklopedia ini disusun untuk memberikan pembaca wawasan mendalam mengenai kontribusi, perjalanan hidup, dan dampak yang diberikan oleh para tokoh dalam…
Melalui buku ini, kita ditantang untuk tidak kenal lelah menelaah perjalanan para pendahulu kita secara jernih. Mengambil hikmah dari kebaikan dan kelemahan mereka pada masa lampau hingga menjadi media introspeksi bagi kta, umat Islam. Sebagai langkah awal, dapat dimulai dari buku ini.
Tuanku Imam Bonjol Setelah Berkuasa Di Padang Pada 1819, Belanda Ingin Berkuasa Juga Di Pedalaman Minangkabau. Dengan Dikuasainya Daerah Itu Posisi Inggris Dari Segi Ekonomi Akan Melemahkan, Begitu Pula Pengaruh Padri Ke Daerah Pesisir. Kaum Padri, Di Bawah Pimpinan Tuanku Imam Bonjol, Juga Melakukan Persiapan Untuk Menghadapi Belanda. Setiap Luhak (Daerah) Dipimpin Oleh Perwira Padri. Tiap Nag…
Buku ini berkisah tentang sosok pemimpin Pesantren Darul Istiqamah Pusat Sulawesi Selatan, K.H. M. Arif Marzuki
SIapakah Isaac Newton dan apa sumbangsihnya terhadap ilmu penegtahuan? Issac Newton adalah salah satu manusia berotak paling cemerlang yang pernah ada. teori gravitasi yang ia buat memberikan gambaran kepada masayarakat di jamanya tentang bagaimana alam semesta berfungsi. Buah pemikiranya pula yang secara tak langsung memungkinkan manusia generasi selanjutnya untuk dapat berjalan di bulan.
Tokoh RM Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pendidikan yang sangat fenomenal. Walaupun predikat dokter tidak dapat diraihnya, akan tetapi tokoh ini justru berkembang dalam bidang jurnalistik. Kiprahnya di bidang politik diwujudkan dalam tulisan-tulisan yang dimuat di koran dan majalah baik terbitan Hindia Belanda maupun negeri Belanda. Ki Ha…
"Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memerikan konsep "Republik Indonesia" bagi Hindia- Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pula lah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur. Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai Tan Malaka dari berbagai sisi, mulai pemikiran, petualangan ke berbagai negara, sampai asmara yang bertepuk-sebe…
Jika masih hidup, dan diminta melukiskan situasi sekarang, Mohammad Hatta hanya perlu mencetak ulang tulisannya yang terbit pada 1962: “Pembangunan tak berjalan sebagaimana semestinya.... Perkembangan demokrasi pun telantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah”. Demokrasi dapat berjalan baik, menurut Hatta, jik…
Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol—mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam ke…
Dalam lima tahun terakhir ini (1984-1989) lebih 43 ribu pucuk surat anak-anak Indonesia diterima oleh Presiden Soeharto. Isinya, tulisannya, gayanya sangat menarik. Adalah sayang jika surat-surat tersebut tidak dibaca oleh anak-anak/orang-orang yang lain tetapi mustahil pula jika kesemuanya diterbitkan. Oleh karena itu, meskipun sulit, dilakukan pemilihan diantaranya. Pedoman pemilihannya adala…