Asap tebal yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia jelas asalnya, dan dampaknya cukup merepotkan kita. Namun, kini ada asap yang lebih tebal lagi bahkan telah mewujud menjadi kabut. Asap itu muncul dari emosi jiwa yang mulai lepas dari norma logika. Mampukah kita menyemprot asap yang telah mengabut agar sirna dari pelupuk mata kita? Jeritan histeris akibat asap-asap itu ada di mana-mana. Mu…